Review WD My Passport SSD 1TB: Bentuk Mungil, Performa Tinggi
WD My Passport SSD 1TB/TECHNOSIGHTZ

Gadget

Review WD My Passport SSD 1TB: Bentuk Mungil, Performa Tinggi

Dgs

TECHNOSIGHTZ.COM - Berukuran mungil, namun tahan banting serta dibekali kemampuan transfer data super cepat. Itulah hal yang ditawarkan oleh Western Digital lewat WD My Passport SSD, perangkat penyimpanan eksternal yang hadir di Indonesia sejak September 2020.

My Passport SSD bukan portable drive biasa. Kesimpulan ini kami dapatkan setelah berkesempatan mencoba kemampuan perangkat imut ini untuk melakukan berbagai aktivitas. Kebetulan, unit yang kami coba memiliki ruang penyimpanan yang sudah cukup lega yakni 1TB. Lalu, seperti apa kinerja portable drive ini? Berikut ulasan selengkapnya.

Desain

Seperti yang kami sebutkan di atas, My Passport SSD memiliki ukuran yang sangat mungil dan bobotnya sangat ringan. Perangkat ini memiliki dimensi 100 x 55,12 x 8,89 mm dan bobot 45,7 gram. Jika ingin melihat gambaran pasti seberapa mungil dimensi My Passport SSD, kamu bisa melihat foto di bawah ini ketika kami mencoba memasukkannya ke saku kemeja.

Dari sisi material, bodi My Passport SSD menggunakan bahan plastik polikarbonat. Dan, karena ini adalah drive SSD, maka pengguna tak perlu khawatir kehilangan data jika perangkat sewaktu-waktu terjatuh, seperti jatuh dari meja misalnya. Hal ini karena drive SSD memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap guncangan dibanding drive HDD. Western Digital sendiri mengklaim perangkat ini tahan guncangan akibat jatuh hingga ketinggian 1,98 meter.

Oh ya, My Passport SSD hanya memiliki satu port yakni USB-C. Karenanya, dalam paket pembeliannya terdapat kabel bawaan dari USB-C ke USB-C. Namun jangan khawatir, jika laptop pengguna tak memiliki port USB-C, pada paket pembelian produk ini juga sudah menyertakan adaptor USB-A.

Hasil pengujian

Western Digital membenamkan teknologi NVMe pada My Passport Digital sehingga perangkat ini diklaim memiliki kecepatan baca (read speed) hingga 1050 MB/s dan kecepatan tulis (write speed) hingga 1000 MB/s.

Namun, ada syaratnya jika pengguna ingin mencapai kecepatan tersebut. Syaratnya yakni laptop pengguna setidaknya memiliki port USB 3.2 Gen 2 atau 3.1 Gen 2. Jika laptop yang digunakan tak memiliki port tersebut, maka kecepatan yang didapatkan tentu bakal di bawah klaim tersebut.

Baca juga: Tak Hanya Bing Translator, Ini Layanan Penerjemah Lain dari Microsoft

Saat menguji kecepatan My Passport Digital, kami menggunakan dua laptop yang sayangnya sama-sama belum memiliki port USB tersebut. Laptop pertama yang kami gunakan adalah Acer Aspire V5-471G. Laptop ini hanya memiliki port USB 3.0, dan berikut hasil kecepatannya ketika diuji menggunakan aplikasi CrystalDiskMark versi 8.0.1.

Sedangkan laptop kedua yang kami gunakan adalah ASUS Eee PC 1025C yang hanya memiliki port USB 2.0. Berikut hasil kecepatannya ketika diuji menggunakan aplikasi yang sama.

Tak hanya menguji dari aplikasi, kami juga mencoba langsung ketika menyalin data file video secara random ke My Passport SSD lewat port USB 2.0 pada laptop. Pada percobaan pertama, total file video yang disalin mencapai 9,73GB. File tersebut selesai 100 persen dipindahkan hanya dalam waktu kurang dari empat menit, atau tepatnya 3 menit 18 detik.

Kemudian pada percobaan kedua, masih menggunakan port USB 2.0, total file video yang akan disalin mencapai 6,85GB. Hasilnya, file tersebut 100 persen berhasil disalin ke My Passport SSD hanya dalam waktu kurang dari tiga menit atau tepatnya 2 menit 16 detik. Bagi kami, ini adalah peningkatan waktu yang sangat signifikan. Karena pada umumnya, menyalin atau memindahkan file sebesar itu lewat port USB 2.0 butuh waktu antara 20 menit hingga satu jam, tergantung kondisi laptop.

Selain mencoba memindahkan data, kami juga mencoba melakukan instalasi game pada portable drive ini. Game yang kami install adalah Stronghold Crusader. Hasilnya, gameplay masih berjalan mulus meski instalasi dilakukan di My Passport SSD.

Baca juga: Perbandingan PS5 dan Xbox Series X dari Spesifikasi, Desain, dan Harga

Setelah melakukan berbagai pengujian hingga digunakan bermain game, My Passport SSD terasa panas ketika dipegang. Namun karena materialnya menggunakan polikarbonat, suhu panas yang terasa masih normal dan tidak sampai mengganggu.

Oh ya, hal menarik lainnya yang disematkan pada perangkat ini adalah kehadiran fitur enkripsi hardware AES 256-bit yang bisa diaktifkan dengan password agar data yang tersimpan tetap aman.

Kesimpulan

Jika kamu seorang vlogger, gamer, atau seseorang yang sering mengedit dan menyimpan file berukuran besar untuk menunjang pekerjaan sehari-hari, maka ini adalah portable drive yang patut dipertimbangkan. Selain kapasitas ruangnya yang cukup besar, kecepatan transfer datanya juga menjadi nilai plus yang ditawarkan pada konsumen.

Lalu, berapa harganya? Pada akun WD Official Store di sebuah marketplace, My Passport SSD 1TB dijual seharga Rp2.688.000 saat artikel ini pertama kali dimuat pada 5 Februari 2021.

Ikuti kami di

ARTIKEL TERKAIT

-