Komentar Bos DANA Terkait Rumor Merger dengan OVO
CEO DANA, Vincent Iswara/IST

Startup

Komentar Bos DANA Terkait Rumor Merger dengan OVO

Dgs

TECHNOSIGHTZ.COM - OVO dan DANA kabarnya telah sepakat melakukan merger dalam rangka menantang GoPay yang menjadi pesaing kuat mereka. Informasi ini dilansir oleh Bloomberg dari sumber-sumber terdekat yang mengetahui kesepakatan ini.

Merger tersebut bertujuan mengurangi strategi `bakar uang` atau melakukan efisiensi. Sumber Bloomberg yang meminta namanya tidak disebutkan mengungkapkan penandatanganan perjanjian ditunda akibat pandemi COVID-19 dan segera diresmikan setelah penyelesaian detail perjanjian.

Lalu, apa komentar DANA terkait rumor tersebut? CEO DANA, Vincent Iswara, enggan menanggapi lebih lanjut mengenai hal tersebut. "Kami tidak memberikan tanggapan untuk rumor," kata Vince saat dikonfirmasi Technosightz, Jumat (19/6/2020) lalu.

Pihak OVO juga mengatakan hal senada. Head of Public Relations OVO, Sinta Setyaningsih, menyebutkan pihaknya belum bisa memberikan tanggapan terkait rumor yang beredar. "Saat ini kami belum bisa memberikan tanggapan terkait rumor yang beredar di market," ujar Sinta kepada Kontan.co.id.

Adapun seperti dilansir Bisnis.com, penggabungan antara OVO dan DANA akan mempererat aliansi antara Softbank dan Alibaba, dan mengonsolidasikan pasar pembayaran digital di Indonesia dengan lebih sedikit pemain utama. Seperti diketahui, OVO didukung oleh Grab Holdings Inc. yang didanai oleh SoftBank. Sedangkan DANA didukung oleh afiliasi dari Alibaba Group Holding Ltd.

Baca juga: Pastikan Keaslian Profil, Tinder Tambahkan Fitur Verifikasi Foto

Sementara investor Gojek meliputi Facebook dan PayPal Holdings Inc. Beberapa waktu lalu, pihak Gojek juga mengumumkan bahwa nantinya, pembayaran PayPal akan terintegrasi dengan platform mereka. Kerja sama tersebut akan membuka akses bagi para pengguna GoPay ke jaringan PayPal yang memiliki 25 juta merchant di seluruh dunia.

Ikuti kami di