Sony S-Vision/IST

Teknologi

Melihat Kecanggihan Vision-S, Mobil Listrik Konsep Besutan Sony

Dgs

TECHNOSIGHTZ.COM - Dengan sepasang motor berkapasitas 200 kilowatt yang mengirimkan tenaga ke empat ban, mobil listrik konsep pertama besutan Sony mampu melesat dari 0-109 km/jam dalam waktu 4,8 detik. Mobil ini bahkan mampu mencapai top speed 239 km/jam meski sedang mengangkut beban seberat 2.349 kilogram.

Meski memamerkan mobil listrik bernama Vision-S di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2020, Sony menyatakan tak akan memproduksi mobil ini. Di industri otomotif, Sony memang tak memproduksi mobil namun lebih pada komponen yang biasa disertakan dalam mobil.

Saat ini Sony diketahui sebagai penyedia sistem speaker untuk berbagai produsen otomotif. Toyota dan Lexus diketahui juga menggunakan CMOS image sensor dari Sony pada beberapa modelnya untuk mendukung fitur pengereman darurat otomatis.

"Kami akan mempercepat upaya untuk berkontribusi pada masa depan mobilitas. Prototipe ini mewujudkan kontribusi kami," ujar Presiden dan CEO Sony, Kenichiro Yoshida, seperti dilansir Wired.

Sebagai mobil yang merepresentasikan dua keunggulan utama Sony yakni consumer entertainment dan sensor, Vision-S dibekali layar yang membentang sepanjang dashboard. Dengan begitu, Vision-S mampu menawarkan beragam hiburan dalam kabin seperti musik, games, dan film. Mobil ini juga mendukung koneksi 5G guna memastikan semua konten berjalan baik saat buffering.

Fasilitas hiburan lainnya yakni layar yang terpasang di bagian kursi depan untuk penumpang belakang, serta speaker di sekeliling mobil. Dengan begitu, pengguna bisa merasakan sistem 360 Reality Audio Sony yang pertama kali debut pada CES 2019.

Selain memperhatikan fasilitas hiburan, Sony juga menyematkan 33 sensor di sedan listrik ini. Sensor tersebut terdiri dari kamera, radar, ultrasonic, dan Light Detection and Ranging (LIDAR). Sebagian besar sensor ini bertugas untuk mengawasi kondisi di sekitar mobil sehingga bisa berjalan sendiri dengan pengawasan pengemudi. Sensor-sensor ini juga berfungsi untuk menemukan tempat parkir secara otomatis.

Adanya kamera yang disematkan pada Vision-S juga mampu merekam kegiatan berkendara selama dalam perjalanan, dan kamera lainnya memberikan pandangan untuk spion kanan dan kiri, serta spion tengah. Canggihnya lagi, spion tengah Vision-S mampu secara otomatis meredupkan kecerahan layar jika ada pengendara di belakang yang memberikan lampu dim.

Kecanggihan mobil konsep ini tak sampai di situ. Kamera yang tersemat pada Vision-S juga mampu mengenali pengemudi dan menyesuaikan gaya berkendara yang disukai pengemudi. Kamera di mobil ini juga memperhatikan para penumpang di dalamnya. Jika pengemudi terlihat mengantuk, maka mobil akan memberi saran untuk beristirahat. Jika penumpang terlihat mengangguk, mobil bisa merebahkan kursi dan menyalakan penghangat ruangan.

Adapun Sony mengembangkan Vision-S dengan dibantu Magna yang merupakan pemasok di industri otomotif. Yoshida kembali menegaskan bahwa pihaknya tak ingin membuat produk mobil sendiri karena ketatnya persaingan di industri otomotif.

Ikuti kami di