Tips Menjaga Data Privasi Ketika Berselancar di Internet
Ilustrasi Password/sumber gambar: AARP

Teknologi

Tips Menjaga Data Privasi Ketika Berselancar di Internet

Dgs

TECHNOSIGHTZ.COM - Apakah kamu pernah mengobrol dengan rekan dan kolega mengenai smartphone terbaru dari sebuah brand atau tren lainnya melalui aplikasi obrolan? Lalu saat mengunjungi media sosial, tiba-tiba muncul iklan brand smartphone atau hal lainnya yang baru kamu bicarakan?

Hal tersebut menunjukkan bahwa privasi pengguna telah terekam secara online. Namun, bukan berarti pengguna tak bisa mengendalikan data apa saja yang bisa mereka bagikan. Kaspersky berbagi tips bagaimana menjaga privasi di era digital seperti saat ini.

Periksa pengaturan privasi jejaring sosial

Apabila kamu memiliki akun media sosial, kamu mungkin akan terkejut betapa banyak data pribadi dalam jejaring tersebut yang dapat dilihat oleh siapa saja di Internet secara default. Karena itu, selalu periksa pengaturan privasi akun media sosial kamu.

Hindari penyimpanan umum untuk informasi pribadi

Sebaiknya jangan menggunakan layanan penyimpanan online yang bisa diakses umum untuk menyimpan informasi pribadi. Misalnya, jangan menyimpan daftar kata sandi di Google Docs, atau menyimpan hasil pemindaian paspor di Dropbox, kecuali disimpan dalam arsip terenkripsi.

Cegah pelacakan web

Ketika mengunjungi situs web, browser akan mengungkapkan banyak hal termasuk riwayat penelusuran yang dilakukan pengguna. Pengiklan menggunakan informasi tersebut untuk melacak dan menargetkan pengguna dengan iklan. Bahkan Mode penyamaran (incognito) tidak begitu dapat mencegah pelacakan seperti itu. Solusinya, pengguna bisa menggunakan software antipelacakan guna melindungi privasi dari pelacakan web.

Simpan alamat email utama dan nomor ponsel

Apa yang dapat ditimbulkan dari berbagi alamat email dan nomor telepon pribadi? Akan banyak terdapat spam di kotak masuk email dan ratusan panggilan robot pada ponsel pengguna. Apabila pengguna harus membagikan informasi ini untuk layanan Internet dan toko online, jangan membagikannya dengan orang asing secara acak di jejaring sosial.

Gunakan aplikasi pesan terenkripsi end to end

Sebagian besar aplikasi perpesanan modern menggunakan enkripsi, tetapi dalam banyak kasus itulah yang mereka sebut sebagai enkripsi transit. Pesan didekripsi di pihak penyedia layanan dan disimpan pada servernya. Bagaimana jika seseorang meretas server itu? Jangan mengambil risiko
untuk itu. Pilihlah enkripsi end to end. Karena dengan cara tersebut, bahkan penyedia layanan perpesanan tidak dapat melihat percakapan pengguna.

Gunakan pengelola kata sandi

Nyaris mustahil untuk menghafal kata sandi yang panjang dan unik untuk semua layanan yang digunakan. Tetapi dengan pengelola kata sandi, pengguna dapat mengingat hanya satu kata sandi utama.

Perhatikan permission aplikasi dan ekstensi browser

Aplikasi seluler meminta izin pengguna untuk mengakses kontak atau file dalam penyimpanan perangkat, menggunakan kamera, mikrofon, geolokasi, dan sebagainya. Beberapa aplikasi memang benar-benar tidak dapat bekerja tanpa izin ini. Tetapi beberapa aplikasi menggunakan informasi ini untuk membuat profil pengguna bagi pengiklan. Untungnya, cukup mudah untuk mengontrol izin mana yang dapat diberikan. Hal yang sama juga berlaku untuk ekstensi browser.

Jaga privasi di WiFi publik

Jaringan WiFi publik biasanya tidak mengenkripsi lalu lintas. Itu berarti siapa pun di jaringan yang sama dapat mencoba mengintip lalu lintas kamu. Hindari mengirimkan data sensitif apa pun seperti login, kata sandi, data kartu kredit, dan sebagainya melalui WiFi publik. Gunakan VPN untuk mengenkripsi data serta melindunginya dari pengintaian. Jika memungkinkan, hindari menggunakan WiFi publik. Namun jika harus menggunakan WiFi publik, gunakanlah koneksi VPN yang aman.

Ikuti kami di