Apa Saja Tantangan Bisnis E-Commerce di Indonesia?
Layanan SIRCLO Commerce/IST

Startup

Apa Saja Tantangan Bisnis E-Commerce di Indonesia?

NHM

TECHNOSIGHTZ.COM - SIRCLO selaku platform e-commerce enabler belum lama ini menghadirkan laporan berjudul Navigating Market Opportunities in Indonesia`s E-Commerce. Laporan tersebut memaparkan informasi seputar tren pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia.

Laporan tersebut menggarisbawahi beberapa tantangan dalam industri e-commerce di Indonesia seperti:

• Industri e-commerce yang kompetitif dan rawan `membakar uang` demi menggaet konsumen
• Masih banyak populasi yang belum memiliki rekening bank formal dan saat ini mulai terfasilitasi dengan adanya dompet elektronik
• Layanan logistik yang mahal dan kurang kompeten
• Kurangnya SDM yang relevan, terutama di bidang sains, teknik, dan matematika yang sangat diperlukan dalam pengembangan perusahaan teknologi

Laporan SIRCLO juga menyebutkan metode pembayaran paling populer dalam berbelanja online adalah melalui bank transfer (48 persen) dan kartu debit/kredit (21 persen). Hasil riset menunjukkan dua puluh persen pengguna menggunakan dompet elektronik untuk melakukan pembayaran.

Sedangkan rata-rata satu orang konsumen di Indonesia dapat berbelanja di marketplace sebanyak tiga hingga lima kali dalam satu bulan, dan menghabiskan hingga 15 persen dari pendapatan bulanan mereka. Data SIRCLO juga mengungkapkan bahwa konsumen online di Jakarta rata-rata berbelanja dua kali lipat lebih banyak daripada kota-kota lain.

Founder sekaligus CEO SIRCLO, Brian Marshal, mengatakan bahwa laporan ini bertujuan memberikan informasi kepada semua stakeholder dalam berkolaborasi mendorong pertumbuhan dan inovasi e-commerce Indonesia.

"Sekarang, pertumbuhan industri e-commerce dalam negeri sedang dalam masa pesatnya. Kami melihat masih banyak pemain
lokal yang sangat berpotensi. Bila didukung dengan teknologi dan kolaborasi informasi seperti ini, mereka bisa memaksimalkan pertumbuhan bisnis mereka," jelas Brian.

Adapun nilai kapitalisasi pasar e-commerce pada tahun 2019 menurut laporan SIRCLO telah mencapai US$21 miliar atau sekitar Rp 294 triliun, mengalahkan sektor ekonomi digital lain seperti pariwisata online (US$10 miliar atau sekitar Rp140 triliun) dan industri ride-hailing atau jasa transportasi online (US$6 miliar atau sekitar Rp84 triliun). Nilai ini pun diprediksi akan meningkat hingga US$82 miliar (sekitar Rp 1.148 triliun) pada tahun 2025.

SIRCLO sendiri sebagai platform e-commerce enabler menawarkan layanan untuk mendukung industri ini yakni SIRCLO Store untuk pembuatan toko online dan SIRCLO Commerce untuk membantu brand besar di industri FMCG menjual produknya secara online di berbagai marketplace.

Ikuti kami di