Amartha Siapkan Fitur Auto Invest dan Opsi Reksa Dana
Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto/TECHNOSIGHTZ

Startup

Amartha Siapkan Fitur Auto Invest dan Opsi Reksa Dana

Farah Diba Agustine

TECHNOSIGHTZ.COM - Belakangan ini, fitur seperti auto invest mulai diterapkan oleh beberapa startup fintech peer to peer (P2P) lending seperti Akseleran maupun KoinWorks. Dengan fitur ini, pemberi pinjaman akan lebih terbantu karena dana yang mereka tempatkan akan secara otomatis diinvestasikan ke proposal pinjaman yang sesuai dengan profil mereka.

Tak mau ketinggalan, Amartha yang juga termasuk startup P2P lending juga mulai mempersiapkan fitur seperti auto invest. Menurut Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, fitur tersebut sedang mereka kembangkan guna memudahkan pemberi pinjaman berinvestasi secara otomatis di proposal pinjaman yang sesuai selera mereka.

"Dalam waktu dekat sudah bisa digunakan oleh pengguna Jadi, tunggu tanggal mainnya. Diusahakan tahun ini," ujar Aria saat ditemui Technosightz, Rabu (6/11/2019) kemarin.

Selain mengembangkan fitur auto invest, Amartha juga sedang berupaya menghadirkan opsi reksa dana yang bekerja sama dengan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Dalam hal ini, Amartha menjalin kemitraan dengan Principal dan TanamDuit yang bertindak sebagai APERD. Pada tahap awal, Amartha akan mencari produk reksa dana yang kemungkinan terburuknya tidak memberikan bunga. Karena itu, Amartha akan memilih reksa dana pasar uang sebagai permulaan.

Aria kemudian menjelaskan, rencana menghadirkan reksa dana agar dana yang mengendap di escrow account juga bisa menghasilkan. Selama ini Amartha mengikuti aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dana milik lender hanya berada maksimal dua hari di escrow account platform. Hal ini bertujuan agar platform P2P lending tidak menyalahgunakan dana tersebut.

Salah satu cara agar dana tidak mengendap di escrow account platform yakni dengan membuat rekening dana lender. Namun penempatan dana di rekening dana lender tidak memberikan keuntungan alias nol persen.

"Sebenarnya itu kan mitigasi risiko agar uangnya tidak mengendap di escrow. Itu bisa dilakukan di rekening dana lender atau bisa ditransfer ke reksa dana. Karena itu, cara kedua kami bekerja sama dengan APERD agar dana mengendap yang ditempatkan di reksa dana ada hasilnya. Jadi secara aturan memang boleh. Sekarang ini masih finalisasi sistem pengembangannya," paparnya.

Aria menambahkan, penempatan dana di reksa dana tak berhubungan dengan fitur auto invest yang akan mereka hadirkan. Menurutnya penempatan di reksa dana merupakan sebuah pilihan bagi pemberi pinjaman dan memiliki perjanjian terpisah. Adapun saat ini Amartha masih menjaga nilai kredit macet alias NPL di bawah satu persen, yakni 0,85 persen.

Ikuti kami di