Gunakan Teknologi RFID, LinkAja Uji Coba Pembayaran Tol Tanpa Kartu
Jajaran manajemen LinkAja menunjukkan aplikasi LinkAja/IST

Teknologi

Gunakan Teknologi RFID, LinkAja Uji Coba Pembayaran Tol Tanpa Kartu

Dgs

TECHNOSIGHTZ.COM - Guna mempercepat proses pembayaran di gerbang tol, platform dompet digital dan pembayaran elektronik LinkAja tengah menguji coba pembayaran tol tanpa kartu menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Dengan begitu, pengguna jalan tol tak perlu benar-benar berhenti saat melewati gerbang tol.

Cara kerja sistem ini mirip dengan On Board Unit (OBU). Namun yang membedakan, RFID yang ditempel pada kaca kendaraan akan berukuran lebih kecil dibanding OBU. Harganya juga diklaim lebih murah dibanding menggunakan OBU.

Menurut Chief Marketing Officer LinkAja, Edward Kilian, langkah pertama untuk menggunakan sistem ini adalah pengguna harus terlebih dahulu mengunduh aplikasi FLO. Dalam aplikasi tersebut, pengguna tinggal mendaftarkan nomor RFID miliknya. Saldo pada aplikasi FLO nantinya akan berasal dari uang elektronik LinkAja. Pantauan Technosightz di laman Google Play Store pada Jumat (5/7/2019), tertulis bahwa aplikasi FLO dikembangkan oleh PT Jasa Marga dan tengah dalam uji coba terbatas.

"Keunggulan saat masuk gerbang tol, ketika RFID terbaca dalam kecepatan 30 km per jam, palang tol akan terbuka otomatis," ujar Edward seperti dilansir Kompas.com. Dengan begitu, pengendara tidak perlu lagi melakukan tap kartu dan hanya perlu mengurangi kecepatannya ketika memasuki gerbang tol.

Lebih lanjut Edward menjelaskan pada tahap selanjutnya pengguna RFID tak perlu menggunakan aplikasi FLO karena nantinya bisa dilakukan melalui aplikasi LinkAja. Hingga kini, belum diketahui kapan RFID tersebut akan dijual ke publik. Namun Edward mengungkapkan sekitar 20 titik gerbang tol sudah dipasang alat pembaca RFID. Hingga akhir tahun, gerbang tol yang sudah terpasang alat pembacara RFID ditargetkan menjadi dua ratus titik.

Lantaran LinkAja merupakan platform yang digawangi tujuh perusahaan pelat merah (Telkomsel, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Pertamina, Jiwasraya), nantinya saldo LinkAja akan terintegrasi dengan saldo tabungan pengguna yang ada di bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Dengan begitu, pengguna tak perlu melakukan top up seperti biasanya.

Bidik penggunaan harian

Edward menuturkan pihaknya tak membidik segmen lifestyle dalam penggunaannya. LinkAja lebih memilih penggunaan untuk kebutuhan harian ketimbang bermain promo untuk konsumsi lifestyle.

Kebutuhan harian yang dimaksud Edward seperti pembayaran transportasi, merchant, layanan keuangan, prodk digital, dan transaksi business to business (B2B). Dalam hal transportasi, LinkAja akan melayani pembayaran tol dengan RFID, KAI Access, Garuda dan Citilink, Railink, Bluebird, serta pembayaran parkir.

Baca Juga: Startup ini hubungkan toko-toko offline dengan konsumen online di Indonesia

Hampir sama seperti pembayaran tol, LinkAja bersifat sebagai sumber dana pembayaran untuk pembelian tiket kereta pada KAI Access. Begitu juga untuk pembelian tiket Garuda Indonesia dan Citilink. Selain itu, LinkAja juga melayani pembayaran sekitar 150 ribu merchant seperti SPBU Pertamina, merchant makanan minuman, toko ritel seperti Indomaret dan Alfamart, hingga sejumlah marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya.

"Kami juga melayani financial service seperti remitansi PMI (Pekerja Migran Indonesia) Singapura, tarik tunai tanpa kartu di bank-bank Himbara, e-wallet, premi asuransi, pembayaran cicilan, serta cross border operator payment (CBOP)," jelas Edward.

Ikuti kami di